Dalam perjalanan hidup, setiap manusia pasti akan menghadapi ujian, kesulitan, bahkan kesedihan. Namun, bagi orang-orang yang beriman dan yakin kepada Allah SWT, setiap ujian bukanlah akhir yang menyedihkan, melainkan jalan menuju kebaikan yang lebih besar. Sebab, keimanan menumbuhkan keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi telah Allah takdirkan dengan penuh hikmah dan kasih sayang-Nya.
Kekuatan Iman dalam Menghadapi Ujian
Orang yang yakin kepada Allah tidak akan mudah berputus asa. Mereka tahu bahwa setiap kesulitan selalu membawa kebaikan yang tersembunyi. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)
Ayat ini mengajarkan bahwa apa pun yang Allah tetapkan, pada akhirnya akan membawa manfaat bagi hamba-Nya yang beriman. Bahkan ketika sesuatu tampak menyedihkan, Allah tengah menyiapkan akhir yang indah bagi mereka yang bersabar dan bertawakal.
Janji Allah bagi Orang yang Yakin dan Bersabar
Ketika hati tetap yakin dan berserah diri kepada Allah, maka tidak ada yang perlu ditakuti. Karena janji Allah bagi orang beriman sangatlah pasti:
“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 6)
Ujian dunia hanyalah sementara, namun ganjaran dari kesabaran dan keyakinan itu kekal. Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya seluruh urusannya adalah kebaikan. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.”
(HR. Muslim)
Hadits ini memperkuat bahwa tidak ada akhir yang menyedihkan bagi orang beriman, karena setiap keadaan adalah ladang pahala—baik dalam suka maupun duka.
Akhir yang Indah untuk Orang yang Beriman
Akhir yang sebenarnya bukanlah akhir dari kehidupan dunia, melainkan bagaimana seseorang menghadap Allah dengan hati yang tenang dan penuh iman. Allah SWT berfirman:
“Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.”
(QS. Al-Fajr: 27–30)
Ayat ini menjadi bukti bahwa bagi orang yang yakin kepada Allah, akhir kehidupannya bukanlah kesedihan, tetapi permulaan dari kebahagiaan abadi di sisi-Nya.
Penutup
Maka, benarlah ungkapan dari Ustadz Adi Hidayat dalam poster tersebut:
“Tidak ada akhir yang menyedihkan bagi mereka yang yakin kepada Allah SWT.”
Keyakinan kepada Allah adalah cahaya yang menuntun hati di tengah gelapnya ujian. Selama seseorang berpegang teguh pada iman, maka setiap kesulitan akan menjadi jalan menuju ketenangan, setiap kehilangan akan berganti dengan keberkahan, dan setiap akhir akan menjadi awal yang indah dalam kasih sayang Allah SWT.