Luar Biasa! Inilah Ulama yang Mengkhatamkan Al-Qur’an Setiap Hari

Oleh: masilham 05 Aug, 2025
Luar Biasa! Inilah Ulama yang Mengkhatamkan Al-Qur’an Setiap Hari

Bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa. Di dalamnya, kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, bahkan berusaha mengkhatamkannya. Walaupun tidak wajib, namun siapa yang bisa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala besar. Sebaliknya, siapa yang tidak sempat khatam, meski tidak berdosa, dia kehilangan kesempatan emas untuk mendapatkan pahala luar biasa.

Teladan dari Nabi dan Malaikat Jibril

Contoh terbaik dalam hal ini adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri. Setiap bulan Ramadhan, beliau bertadarus (belajar dan membaca) Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril. Biasanya, proses ini dilakukan sekali dalam setahun. Namun, pada tahun terakhir kehidupan beliau, Al-Qur’an dikhatamkan dua kali. Ini menunjukkan betapa istimewanya bulan Ramadhan bagi Rasulullah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. (HR. Bukhari no. 4998)

Semangat Para Ulama Salaf
Para ulama terdahulu pun menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Beberapa contoh luar biasa:

Al-Aswad bin Yazid: Seorang ulama tabi’in yang bisa menyelesaikan bacaan Al-Qur’an setiap dua malam di bulan Ramadhan.

Qatadah bin Da’amah: Ulama ahli tafsir dari kalangan tabi’in. Di luar Ramadhan, beliau biasa khatam tiap 7 hari. Saat Ramadhan tiba, beliau khatam setiap tiga hari. Bahkan di sepuluh malam terakhir, beliau khatam setiap malam!

Imam Syafi’i: Beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sampai 60 kali dalam Ramadhan. Artinya, dua kali khatam dalam sehari, dan itu dilakukan dalam shalat!

Ibnu ‘Asakir: Seorang ulama hadits yang biasa khatam Al-Qur’an tiap pekan. Saat Ramadhan, beliau khatam setiap hari dan rutin beri’tikaf.

Luar biasa semangat mereka, bukan?

Apakah Harus Khatam Al-Qur’an di Bulan Ramadhan?
Menurut Imam Nawawi, mengkhatamkan Al-Qur’an itu tergantung kondisi masing-masing. Jika seseorang sibuk dengan tugas dakwah, mengajar, atau kegiatan sosial yang bermanfaat, maka cukup membaca Al-Qur’an semampunya. Namun, bagi mereka yang punya waktu luang, sebaiknya jangan sampai lalai—manfaatkan waktu untuk lebih banyak membaca Al-Qur’an.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin juga menjelaskan bahwa khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan memang tidak wajib. Tapi sangat dianjurkan karena mengikuti contoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Majmu’ Fatawa Ibnu ‘Utsaimin 20:516)

Bagaimana dengan Hadits Larangan Khatam Kurang dari Tiga Hari?
Ada hadits dari Abdullah bin Amr yang menyebutkan bahwa tidak dianjurkan mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari, karena dikhawatirkan tidak bisa memahami maknanya. Tapi para ulama menjelaskan bahwa larangan itu berlaku untuk orang awam secara umum yang tidak mampu memahami cepat.

Namun jika ada ulama atau orang yang memahami makna Al-Qur’an dengan baik, maka khatam dalam waktu singkat, apalagi di bulan Ramadhan, bukanlah masalah. Bahkan sebagian ulama seperti Imam Ahmad dan Ibnu Rajab menganjurkan memperbanyak tilawah dan mempercepat khatam saat waktu-waktu mulia seperti Ramadhan dan Lailatul Qadar.

Khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan adalah amalan mulia yang sangat dianjurkan, meski tidak diwajibkan. Mari meneladani semangat para ulama dan menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari keseharian kita di bulan penuh berkah ini.

Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mencintai Al-Qur’an, membacanya, memahaminya, dan mengamalkannya. Aamiin.

Solidaritas Ummat

Jadilah Wasilah
Kebaikan Hari Ini

Dukungan Anda adalah energi bagi syiar Islam dan kemanusiaan. Jadikan harta Anda saksi abadi di akhirat kelak.