Dalam kehidupan, setiap manusia pasti pernah berada pada titik merasa lemah, kekurangan, dan sangat membutuhkan pertolongan. Pada saat seperti itulah seorang hamba sejatinya kembali sepenuhnya kepada Allah SWT, menyadari bahwa hanya Dia sumber segala kebaikan. Salah satu doa yang sangat menyentuh dan sarat makna tentang ketergantungan seorang hamba kepada Rabb-nya adalah doa Nabi Musa ‘alaihis salam yang diabadikan dalam Al-Qur’an.
Allah SWT berfirman:
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
“Ya Rabbku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan kebaikan apa pun yang Engkau turunkan kepadaku.”
(QS. Al-Qashash: 24)
Makna Mendalam di Balik Doa Nabi Musa
Doa ini diucapkan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam dalam kondisi yang sangat berat. Beliau berada di negeri asing, sendirian, tanpa harta, tanpa tempat tinggal, dan tanpa kepastian masa depan. Namun dalam keterbatasan tersebut, Nabi Musa tidak mengeluh kepada manusia, melainkan langsung mengadu kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.
Kalimat “faqīr” (fakir) dalam ayat ini bukan hanya bermakna kekurangan harta, tetapi pengakuan total bahwa seorang hamba sangat membutuhkan pertolongan, rahmat, dan kebaikan dari Allah dalam segala aspek kehidupan.
Pelajaran Akidah dan Akhlak dari Ayat Ini
-
Mengakui kelemahan diri di hadapan Allah
Islam mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada harta atau jabatan, melainkan pada kesadaran bahwa kita selalu membutuhkan Allah. -
Berdoa dengan penuh tawakal
Nabi Musa tidak merinci permintaannya, namun menyerahkan sepenuhnya kepada Allah. Ini menunjukkan adab berdoa yang tinggi. -
Allah Maha Mengetahui kebutuhan hamba-Nya
Setelah doa ini, Allah memberikan pertolongan kepada Nabi Musa berupa pekerjaan, tempat tinggal, dan akhirnya keluarga.
Dalil Pendukung dari Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
“Wahai manusia, kalianlah yang membutuhkan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji.”
(QS. Fathir: 15)
Ayat ini menegaskan bahwa kefakiran manusia kepada Allah adalah fitrah. Tidak ada satu pun manusia yang bisa hidup tanpa rahmat-Nya.
Dalil dari Hadits Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung: pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”
(HR. Tirmidzi)
Hadits ini mengajarkan bahwa tawakal yang disertai usaha dan doa akan selalu mendatangkan pertolongan Allah.
Relevansi Doa Ini dalam Kehidupan Sehari-hari
Doa Nabi Musa ini sangat relevan dibaca oleh siapa pun:
-
Saat menghadapi kesulitan ekonomi
-
Saat merasa lelah secara mental dan spiritual
-
Saat memulai langkah baru dalam hidup
-
Saat ingin memohon kebaikan dunia dan akhirat
Dengan membaca dan menghayati doa ini, seorang muslim diajarkan untuk selalu bergantung kepada Allah dan yakin bahwa setiap kebaikan hanya datang dari-Nya.
Penutup
Doa “Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir” adalah pengingat bahwa manusia tidak memiliki apa-apa tanpa Allah. Semoga doa ini senantiasa kita panjatkan dengan penuh keyakinan, kerendahan hati, dan harapan besar kepada Rabb semesta alam.
Semoga Allah SWT senantiasa menurunkan kebaikan-Nya kepada kita, mencukupi kebutuhan kita, dan menguatkan iman kita dalam setiap keadaan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲