Selasa, 24 Feb 2026

Bersaing dalam Kebaikan dan Perbaikan Diri

Admin Amina 26 Oct, 2025
Bersaing dalam Kebaikan dan Perbaikan Diri

Dalam kehidupan ini, manusia tidak akan pernah lepas dari persaingan. Namun, Islam mengajarkan bahwa bukan dunia yang seharusnya menjadi medan utama persaingan, melainkan amal saleh dan perbaikan diri. Sebagaimana nasihat bijak dari Ustadz Adi Hidayat:

“Kalau tidak bisa bersaing dengan orang sholeh dalam memperbanyak amal, maka bersainglah dengan para pendosa dalam memperbaiki diri.”

Kalimat ini mengandung pesan yang sangat dalam. Tidak semua orang mampu langsung menjadi orang saleh yang penuh amal kebajikan, tetapi setiap orang bisa memulai dari satu titik yang sama — yaitu memperbaiki diri. Bahkan seorang pendosa pun punya kesempatan yang sama untuk kembali kepada Allah dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

1. Makna Persaingan dalam Islam

Islam tidak melarang manusia untuk bersaing, selama arah persaingan itu menuju kebaikan. Allah SWT berfirman:

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Maka berlomba-lombalah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah [2]: 148)

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap Muslim seharusnya berlomba bukan dalam urusan dunia semata — seperti harta, jabatan, atau popularitas — tetapi dalam memperbanyak amal kebaikan, ibadah, dan manfaat bagi sesama.

2. Bersaing dengan Orang Sholeh

Ketika seseorang mampu meneladani dan bersaing dalam kebaikan bersama orang-orang sholeh, maka itu adalah tanda hatinya hidup dan bersemangat menuju ridha Allah.
Bersaing dengan orang sholeh bukan berarti iri terhadap kebaikannya, melainkan menjadikan mereka inspirasi untuk memperbanyak amal — seperti salat berjamaah, sedekah, menuntut ilmu, dan membantu sesama.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)

Mereka yang sholeh terus berlomba dalam amal, dan kita dianjurkan untuk ikut serta dalam perlombaan itu — bukan untuk mengalahkan, tapi untuk sama-sama mendekat kepada Allah.

3. Jika Belum Mampu, Mulailah dari Memperbaiki Diri

Namun jika seseorang merasa belum mampu bersaing dengan orang sholeh, jangan berkecil hati.
Islam memberi ruang luas untuk berlomba-lomba memperbaiki diri — menyesali dosa, meninggalkan maksiat, dan berusaha memperbaiki akhlak.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah [2]: 222)

Setiap langkah kecil menuju kebaikan bernilai besar di sisi Allah. Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Bahkan orang yang paling banyak dosanya pun bisa menjadi kekasih Allah jika ia sungguh-sungguh bertaubat.

4. Penutup: Lomba yang Tidak Pernah Rugi

Persaingan dalam kebaikan adalah satu-satunya lomba yang tidak pernah merugikan siapa pun. Yang menang mendapatkan pahala, yang tertinggal tetap memperoleh ampunan dan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Mari jadikan hidup ini sebagai ajang berlomba menuju ridha Allah. Bila belum mampu menjadi yang terbaik dalam amal, jadilah yang terdepan dalam memperbaiki diri.


Dalil Pelengkap:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Ali ‘Imran [3]: 133)